Project Child is Hiring!

Project Child Indonesia, Yogyakarta office invites application from happy, passionate and driven Bahasa Speaking candidate for Program Manager position.

Qualifications:

  • Fresh Graduate (preferred) from Any Major
  • Excellent written and spoken English and Bahasa Indonesia
  • Happy and Passionate in Working with Volunteers and Community
  • Excellent documentation and reporting skills
  • Good communication, interpersonal and facilitation skills
  • Capable of managing a basic accounting sheet and able to create financial reports

This position is paid position and will be based in Yogyakarta, Indonesia. All candidates need to submit the application with recent CV with photograph and motivation letter to our email contact@projectchild.ngo (Subject: PM application) no later than 7 April 2017

Contact Person & Inquiries:
Awan at 085366721122 (WhatsApp or text only ) or hastanto@projectchild.ngo

Pasar Mandiri: Memberi dengan Melibatkan Masyarakat dalam Pendidikan

Pasar Mandiri adalah salah satu kegiatan rutin yang biasa digelar oleh Project Child Indonesia. Kegiatan ini berangkat dari ide untuk melibatkan masyarakat di sekitar Sekolah Sungai untuk terlibat aktif dalam peningkatan pendidikan anak-anak mereka. Kegiatan ini diinisiasi pada tahun 2014 bersama rekan-rekan dari Indorelawan dan Young Leaders Indonesia dan masih rutin dilaksanakan setiap tahunnya di Sekolah Sungai yang berbeda.

Setiap tahunnya, Project Child Indonesia menerima banyak donasi berupa pakaian bekas dan barang-barang rumah tangga lainnya dari berbagai mitra dan donatur, baik perorangan atau organisasi. Sebelum adanya program Pasar Mandiri, seluruh donasi diberikan secara langsung kepada anggota komunitas di tempat kami bekerja, khususnya di masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai di Yogyakarta. Memberikan bantuan secara langsung ternyata bukan ide yang baik, karena banyak anggota komunitas yang mengambil pakaian atau barang-barang donasi yang tidak mereka butuhkan karena barang-barang diberikan secara gratis. Akibatnya, banyak anggota komunitas yang lebih membutuhkan bantuan tidak mendapatkan bantuan yang semestinya. Selain itu, memberikan bantuan barang secara langsung tidak memberikan dampak signifikan bagi proses pendidikan anak-anak di tempat kami bekerja.

Berangkat dari permasalahan itu, Project Child mencoba untuk melakukan serangkaian inovasi. Dengan bantuan dan sumbangan ide dari banyak pihak, Project Child membangun konsep Pasar Mandiri dengan menjual barang-barang donasi dengan harga yang sangat terjangkau. Pakaian bekas dijual kepada anggota komunitas dari harga 1.000 rupiah hingga 5.000 rupiah. Siswa di Sekolah Sungai juga diserahkan tanggung jawab untuk mengelola penjualan dan keuangan, melatih mereka untuk mengelola uang. Seluruh hasil penjualan yang berasal dari anggota komunitas akan kembali kepada anak-anak mereka. Siswa Sekolah Sungai menentukan sendiri penggunaan hasil penjualan tersebut, mulai untuk dibagi-bagikan sebagai tambahan uang saku sekolah, membeli alat tulis hingga membiayai field trip mereka.

Pada tahun 2017, Project Child Indonesia menyelenggarakan 2 kegiatan Pasar Mandiri di Sekolah Sungai Winongo dan Sekolah Sungai Code. Hampir lebih dari 100 orang terlibat dalam masing-masing kegiatan. Kegiatan ini terlaksana berkat bantuan dari seluruh donatur kami dan kerja keras relawan-relawan kami di lapangan.

Jika anda tertarik dan ingin membantu pendidikan anak-anak di pinggir sungai, anda bisa menyumbangkan pakaian bekas anda. Jika anda ingin menyumbangkan pakaian bekas anda atau barang-barang rumah tangga lainnya anda dapat menghubungi kami di donate@projectchild.ngo.

Pasar Mandiri: Giving to Empower the Community to be Actively Involved in Education

The idea of Pasar Mandiri (Sustainable Market) is to involve the community in improving the education of children in the area where we worked. Project Child received a lot of second-hand clothes donation every year, and giving the second-hand clothes to our community is not a good idea because most of the times it is very hard to make sure the donation goes to someone in needs. People would take everything they want since it was free goods, even though they don’t need it. Instead of giving it directly to the community, we sell it at an affordable price so the people only take the only things they needed.

Project Child comes up with an idea to sell the second-hand clothes to our community with very affordable price, ranging from IDR 1.000 (USSD 0.01) to IDR 5.000. So our community member would be able to buy all the things that they need. All of the money goes to the educational field-trip, decided by our student themselves. Project Child started this event on 2014 with help from Young Leaders Indonesia and Indorelawan.

Within March 2017 Project Child Indonesia held 2 Pasar Mandiri event in our Sekolah Sungai in Winongo and Code, Yogyakarta. Almost 100 people were being involved in Pasar Mandiri. We would like to thank all of our kind donors and volunteers for making this program possible.

If you wanted to donate your secondhand clothes, please contact us at donate@projectchild.ngo.

Buletin Bulanan – Project Child Indonesia | Drinking Water Program – Februari

Project Child Indonesia (PCI) adalah organisasi sosial pendidikan yang bergerak di bidang kesehatan, lingkungan, dan kesadaran bencana. Sejalan dengan visinya, PCI mempunyai sebuah program yang bertujuan untuk menyediakan akses air minum bersih dan sehat, dan kelas bahasa inggris gratis setiap minggu kepada siswa sekolah dasar melalui Drinking Water Program (DWP). Hingga saat ini, PCI sudah memiliki 18 sekolah mitra di Yogyakarta dan Pacitan dan menargetkan mengajak 15 sekolah mitra lagi di tahun 2017 untuk semakin memperluas kesadaran akan pentingnya minum air putih dan belajar bahasa inggris.

Selama bulan Februari, Kesehatan Badan dan Pikiran menjadi topik utama materi pembelajaran kelas Bahasa Inggris PCI di sekolah-sekolah mitra Yogyakarta. Sesuai data global World Health Organization (WHO)[1], sekitar 72,1 % anak usia sekolah dasar di Indonesia mempunyai gigi berlubang akibat perawatan kesehatan gigi yang tidak maksimal setelah mengkonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat dan/atau gula. Oleh karenanya, pengetahuan tentang kesehatan gigi dan cara merawatnya dirasa krusial untuk disampaikan kepada anak-anak usia dini sembari mengajarkan materi bahasa inggris melalui media permainan, video, poster, hingga praktik.

Kebersihan dan kebugaran tubuh anak-anak juga menjadi hal yang didiskusikan dalam kelas bulan ini. Menurut laporan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2015 yang dibuat Departemen Kesehatan Indonesia[2], hanya setengahnya atau sekitar 52,22 % tempat umum di Yogyakarta memenuhi syarat-syarat kesehatan. Oleh karenanya, sangat penting bagi anak-anak di Yogyakarta untuk mampu menjaga kebersihan sekaligus kebugaran tubuhnya sendiri untuk menghindari diri dari penyakit-penyakit jangka pendek ataupun panjang. Pada kelas bahasa inggris PCI, anak-anak diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kebugaran tubuhnya melalui aktivitas cuci tangan dan olahraga.

Terakhir, pendidikan pengenalan terhadap emosi menjadi materi yang diangkat dalam kelas. Ekspresi sad (sedih), happy (senang), angry (marah), dan anxious (cemas) menjadi kosakata yang muncul dalam proses belajar mengajar di kelas bahasa inggris PCI. Materi ini menjadi penting karena pengenalan terhadap emosi merupakan kunci bagi anak untuk belajar merespon emosi tersebut secara wajar dan sesuai etika sosial. Contoh; ketika marah, anak bisa mengelola rasa tersebut agar tidak melakukan hal yang di luar etika sosial seperti melempar benda, memukul orang lain, ataupun meronta-ronta. Ketika mampu mengenali rasa marah, anak akan belajar cara merespon emosi tersebut dengan melakukan diskusi ataupun berbicara secara sopan mengenai hal yang membuatnya marah.


[1] Informasi diambil dari website resmi Unilever. <https://www.unilever.co.id/news/press-releases/2013/sesuai-data-global.html>

[2] Informasi dapat diakses dari website resmi Departemen Kesehatan Indonesia <http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-Indonesia-2015.pdf>

Call for Volunteer: Internet Literacy Program

 

Calling all new volunteers!

Do you like technology? Do you like teaching to children? If so, we need your help and your expertise! Project Child is looking for new volunteers for our internet literacy program!

Volunteer duties are as follows:

  1. Teach internet literacy curriculum to children in Jogja.
  2. Help with the translation from English to Bahasa Indonesia for teaching materials.
  3. Make new friends and new professional contacts.
  4. Become a new leader in the new and emerging world of digital literacy!

Requirements:

  1. Must be able to dedicate 2 hours a week. One hour to help with translation (can be done from home) and 1 hour teaching the curriculum.
  2. Must have a good level of English.
  3. Must have good interpersonal skills and willing to learn!
  4. Contract will be for 4 months but can be extended.

What Project Child provides:

  1. All curriculum and teaching materials.
  2. Training.
  3. In every class that you teach, you will be paired with another volunteer and a PCI staff member. You will never have to teach alone.
  4. A new group of friends!
  5. You may use your experience on a CV if contract completed successfully.

Hope to see you on April 10th! Any questions, please contact Kelly at program@projectchild.ngo.