Posts

Kunjungan SMSG: Kolaborasi Sebagai Kunci Pergerakan di Bidang Pendidikan

Semua Murid Semua Guru (SMSG) adalah organisasi pendidikan yang berfokus pada kolaborasi. SMSG didirikan oleh Najeela Shihab, seorang pendidik dan aktivis dalam bidang pendidikan. Organisasi ini berfokus pada upaya mengkolaborasikan komunitas-komunitas dan organisasi-organisasi independen sehingga dampak yang diperoleh akan lebih besar daripada jika mereka bekerja sendiri. Bersama-sama, komunitas-komunitas ini akan mampu memberikan dampak yang lebih besar, serta membangun jaringan antar komunitas yang lebih baik.

Project Child Indonesia (PCI) dipandang sebagai salah satu NGO yang telah mampu mewujudkan gerakan kolaborasi dalam program-programnya, khususnya program Sekolah Sungai yang merupakan program pertama yang dijalankan oleh PCI. Program ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat setempat, para murid, sukarelawan, pendanaan berkelanjutan, dan keterlibatan sukarelawan dari luar negeri.

Sekitar 28 murid dari Sekolah Sungai hadir pada acara kunjungan SMSG pada tanggal 23 November 2018. Co-founder PCI, Surayah Ryha, bersama founder SMSG, Najeela Shihab mendiskusikan pentingnya pengembangan dalam bidang pendidikan alternatif. Banyak komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan masih membutuhkan perhatian lebih, meskipun mereka telah turut bekerja mendukung agenda pemerintah mewujudkan reformasi pendidikan. Organisasi-organisasi ini, salah satunya PCI, sudah terlibat dalam pergerakan pendidikan dengan membangun program-program berkelanjutan yang telah berjalan cukup lama. Pergerakan ini adalah hal positif yang perlu dibagikan pada sesama aktivis pendidikan. Dalam acara ini juga hadir sejumlah media massa nasional yang akan ikut serta menyebarkan berita baik ini ke seluruh Indonesia.

Usai kunjungan, PCI berkesempatan untuk berbagi ide dan pemikiran terkait pendidikan alternatif dengan komunitas-komunitas lain di Hotel GreenHost, serta memperluas jaringan melalui sesi berjejaring yang diadakan oleh SMSG. Kunjungan yang dilaksanakan di PCI ini diharapkan dapat memberi wawasan baru mengenai kolaborasi yang bisa dilakukan oleh SMSG bersama dengan komunitas-komunitas lain. Kolaborasi tersebut tentu berkaitan dengan lingkup kerja Project Child Indonesia. Pengembangan masyarakat merupakan salah satu jenis kolaborasi yang dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi Sekolah Sungai.

Ada pula beberapa hasil yang diharapkan dari sesi berjejaring yang dilakukan dengan SMSG beserta komunitas di dalamnya: semakin banyak berita baik mengenai pergerakan pendidikan alternatif di Indonesia untuk mendorong gagasan tentang volunteerism pada para pembacanya, dan kolaborasi yang mungkin dilakukan dengan komunitas-komunitas yang aktif dalam gerakan serupa. Pada intinya, mewujudkan jejaring yang lebih baik dengan SMSG, media, dan komunitas-komunitas dalam naungan SMSG.

—————-

Penulis: Filla Lavenia Palupy

SMSG VISIT: Collaboration is key in educational movement

Semua Murid Semua Guru (SMSG) is an educational organization which focuses and believes in the power of collaboration. The founder of SMSG, Najeela Shihab, is an educator and activist of education. The organization focuses on how collaboration among independent communities and organizations would have more impact rather than if the communities and organizations worked alone. Together, the communities could build a bigger impact and establish better network among each other.

Project child Indonesia (PCI) is seen as one of the NGOs which has already established the collaboration movement in their programs. Especially, the River School Program which runs as the longest program in PCI. There are a variety of collaborations among the stake holders: community members, students, volunteers, sustainable funding and involvement from volunteer abroad.

There were about 28 students from the river school site present during the visitation. The Co-founder of PCI, Surayah Ryha, and the founder of SMSG, Najeela Shihab, discussed about the importance of educational development among alternative education. There are many underrated communities who are already working on educational movements to support the government’s agenda of reforming education. These organizations, such as PCI, are already involved in this educational movement and have developed sustainable programs for quite awhile now. This good movement is something which needs to be shared among educational activists. Furthermore, there were mass medias from all across the nation who also came to visit and were interested to spread the good news.

After the visitation, PCI is given time to share about the ideas of alternative education among other communities in Green host hotel and to broaden the network by joining the networking session initiated by SMSG. The visitation held in PCI is expected to give more insight upon possible collaborations between SMSG and also other communities. The collaboration would certainly relate to the scope of Project Child Indonesia. The community development is one of the possible collaborations concerning the community members surrounding river school sites.

There are other expected outcomes from the networking sessions with SMSG and the networks within SMSG: there will be more good news about the alternative education movement in Indonesia to encourage the idea of volunteerism to people reading the news, and possible collaboration with more communities under the same movement. Most of all, establishing better networks with SMSG, media, other communities within SMSG network.

 

 

By: Filla Lavenia Palupy